Selamat Datang dan Sampai Jumpa

 


Juli 2022, pertemuan dengan canggung yang kentara kita rasakan di ruangan yang tak terlalu besar, tak pula terlalu kecil. Lembaga yang bernama Rumah Gemilang Indonesia memberikan kita satu waktu yang tak pernah kita sangka sebelumnya. Perkenalan singkat yang memberi beribu kenangan di masa depan.

Berawal dari pilihan yang tanpa kita sadari sebuah tanda bahwa kita memiliki tujuan yang sama, Aplikasi Perkantoran. Lalu membawa kita pada satu tempat yang begitu kental dengan adab, menumbuhkan jiwa yang disiplin dan tak pernah menyerah menggapai mimpi. 

Kalian dan semua yang ada di dalam dokumentasi digital ini bukti begitu panjangnya waktu untuk menyatukan rasa dan pikiran yang terkadang belum searah. Tapi terima kasih, sudah mau dengan suka hati menjadi tim yang saling mendukung di rumah ini.

Semoga jalan yang kita ambil selanjutnya menjadi motivasi bagi generasi yang akan datang bahwa tidak ada yang mudah dalam menggapai sukses yang kita ingin. Ada proses, ada kerikil yang senantiasa menyertai perjalanan kita.


 Kalian tahu, sebenarnya di sini si penulis blog ini sedang tidak baik-baik saja. Tapi kalian tanpa sadar membuatnya melupakan masalahnya dan kembali tersenyum seperti tak terjadi apa-apa. Jadi, jangan salahkan takdir atas pertemuan kita ini, karena ada beberapa orang yang mungkin merasa beruntung atas perjumpaan ini.

Di bawah langit yang begitu cerah nan panas yang terik, di area monas impian si gadis Pematang Siantar berketurunan Lubis, kita rayakan kebersamaan kita dengan satu orang yang kita yakini begitu kita sayangi dan kita hormati, Kak Khofifah Indah Muthi'ah Sari. Sosok pengajar sekaligus kakak yang begitu bijak menyikapi anak didiknya yang terkadang bersikap kekanak-kanakan.

Big Love for You, Kak Opi tersayang dari kami Bocil Kelas Aplikasi Perkantoran.


Untuk Bapak Muhidin Saimin, ucapan terima kasih mungkin tidak akan pernah cukup untuk mengungkapkan rasa syukur kami atas kesabaran Bapak untuk mengajari kami yang masih gagap teknologi. Maafkan kami yang sesekali merepotkanmu dengan berbagai pertanyaan. 

Dan untuk Bapak Oleh Solihin, banyak ucapan terima kasih yang bukan sekadar terima kasih dari kami yang kadang kala membuat Bapak geleng-geleng kepala atas sikap kami di kelas maupun di luar kelas. Terima kasih sudah mengajari kami tentang dunia kepenulisan, terutama si penulis amatir ini yang sangat menyukai dunia sastra tapi sangat bodoh di bidangnya.

Finally, kedua kalinya si penulis menyebut orang yang menjadi pemimpin geng. Hehe...

Kak Opi...sudahlah tak ada kata-kata lagi yang mampu terucap untuk orang sebaik dan setegar kakak. Maaf pun tak cukup dengan seribu kali diucapkan atas semua kesalahan kami. Love Youuuu.


Terima kasih Pak Nidhom dan Pak Alam, yang telah bersedia menerima kami di rumah yang insyaa Allah mulia ini.


 GABUT,,hehe..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencipta dan Dicipta

Saya Dan RGI